Anggota DPRD Siantar, Franz Theodore Sihaloho di Siantar Marimbun: “Reses Bukan Sekedar Serimonial”

Anggota DPRD Siantar, Franz Theodore Sihaloho di Siantar Marimbun: “Reses  Bukan Sekedar Serimonial”
Poto bersama

Eksklusif-news.com, SIANTAR    

 Masyarakat Dusun Sidomulyo Kelurahan Simarimbun Kecamatan Siantar Marimbun, Kota  sambut reses anggota DPRD Siantar Franz Theodore Sialoho Amd. Berlangsung di halaman  Madrasyah, Dusun Sidomulyo, Jumat (26/06/2026).

Sekretaris Camat (Sekcam) Siantar Marimbun, Manongam Hutagalung melalui sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Franz Theodore Sialoho anggota DPRD Pematangsiantar dari Komisi I, dari Partai Hanura.

“Reses ini kesempatan bagi masyarakat menyampaikan aspirasi. Sampaikan dengan baik dan  sopan,” kata Sekcam didampingi Lurah Simarimbun Haposan D Siahaan dan Seklur Rido T Saragih.

Franz Theodore Sialoho, menyampaikan senada. Reses dikatakan tidak sekedar serimonial. Karena, sesuai amanah UU No 17 Tahun 2014 bertujuan untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan.  

“Aspirasi yang disampaikan akan saya perjuangkan dengan sebaik-baiknya dan akan  dibacakan di hadapan Walikota pada rapat paripurna,” kata Franz didampingi sang istri Diana.

Selanjutnya Fransisco Sibarani yang memandu reses memberi kesempatan kepada ratusan masyarakat menyampaikan aspirasi. Dan, ada empat warga menyampaikan beberapa masalah yang perlu ditindaklanjuti.

M Hamidin Nasution sebagai Ketua RW mengaku selalu ditekan masyarakat karena  jalan di Dusun Sidomulyo RT II sepanjang 135 meter, selalu becek saat musim hujan dan minta supaya diperbaiki dengan rabat beton.  

Ada sejumlah jalan lain juga butuh perbaikan termasuk tembok dekat kuburan dan tiang listrik dekat kuburan yang berdiri di tengah jalan, supaya dipindahkan meski sudah disampaikan kepada pihak terkait.  

Aspirasi lainnya, disampaikan Betmen soal anjing yang berkeliaran, perlu diteribkan. Penggunaan aplikasi BPJS Kesehatan menyulitkan masyarakat lanjut usia. Selain itu tentang premanisme dan begal yang meresahkan.

Terakhir,  tokoh agama, Syah Nurdin mengatakan, Madrasyah  di Dusun Sidomulyo yang mengalami kerusakan butuh perhatian Honor tenaga pengajarnya juga masih memprihatinkan.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan tersebut, Sekcam Manongam Hutagalung menanggapi, terkait jalan yang butuh rabat beton, bulan lalu ditinjau Dinas PUPR didampingi Seklur.  Untuk itu Franz diharap ikut mendorong percepatannya.

Tentang anjing susah ditertibkan karena belum ada Peraturan Daerah. Hanya saja,  harus mendapat suntik rabies. Soal aplikasi program BPJS Kesehatan, ketentuan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat. 

“Tapi, kalau bapak ibu sakit datang saja ke  RSUD Djasamen Saragih dan bawa KTP. Pasti dilayani karena 90 persen lebih warga kota Siantar sudah masuk BPJS,” katanya.

Terkait tembok dekat kuburan dan tiang listrik yang disampaikan warga, lokasinya  berada di Kabupaten Simalungun. ”Kalau soal itu, kita berharap kepada bapak anggota dewan untuk mencari solusi,” kata Sekcam.

MENDAPAT APLUSAN

Sementara, Franz Theodore Sialoho mengucapkan terimakasih kepada mayarakat. Dan, soal jalan yang butuh rabat beton harus diperhatikan dengan menggandeng pihak Dinas PUTR.

“Pada Perubahan APBD tahun 2026 bulan Oktober mendatang, akan kita upayakan supaya anggarannya ditampung,” kata  Franz yang juga menyatakan, terkait penertiban anjing memang belum memiliki Perda meski DPRD melalui fungsi Legislasi sedang membahas tujuh Rancanan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk dibahas menjadi Perda.

Hal yang paling mendapat aplusan masyarakat, soal tiang listrik  di tengah jalan segera dipindahkan Franz menggunakan biaya sendiri setelah berkoordinasi dengan Pemko melalui Dinas PKP dan PLN karena lokasinya berada di Kabupaten Simalungun.

Kemduian, soal honor tenaga pengajar non formal seperti Madrasyah di Dusun Sidomulyo sudah ada  Perda yang akan disahkan melalui rapat paripurna. Untuk itu, nama-nama tenaga pengajar tersebut harus disampaikan melalui Masjid setempat untuk disampaikan kepada Pemko. Dan Franz mengatakan siap untuk melakukan  pengawalan.

“Kalau soal premanisme dan begal, memang tidak lepas dari masalah Narkoba yang sebenarnya bukan hanya tugas kepolisian. Tetapi termasuk tugas kita semua untuk mengawasi anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dalamnya,” kata Franz.

Soal penggunaan aplikasi BPJS Kesehatan menurut Franz sebenarnya memudahkan masyarakat. Namun, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) masalah itu akan dipertanyakan agar masyarakat lanjut usia diberi solusi terbaik  dalam rangka pelayanan kesehatan.

“Harapan  saya, pertemuan ini bukan untuk yang pertama dan terakhir, saya akan aktif berkomunikasi dengan bapak ibu sekalian. Pokoknya, di luar reses saya tetap berharap kepada bapak dan ibu untuk tetap berkomunikasi dengan baik,” kata  Franz mengakhiri dan mendapat aplusan meriah dari ratusan peserta reses. (nas)

Berita Lainnya

Index