Flora Nauli di FASI XIII Tingkat Sumut, Tampilkan Berbagai Jenis Madu, Propolis, Weaks dan Beri Edukasi

Flora Nauli di FASI XIII Tingkat Sumut, Tampilkan Berbagai Jenis Madu, Propolis, Weaks dan Beri Edukasi
Stand Flora Nauli

Eksklusif-news.com, SIANTAR    

Flora Nauli Group penghasil lebah madu, buka stand pameran pada Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke XIII Sumatera Utara. Berlangsung di Lapangan H Adam Malik, Kota Pematangsiantar sebagai tuan rumah.

Aam Hasanuddin S Hut pengelola Flora Nauli Group didampingi Rohman sebagai asisten mengatakan, pihaknya membuka stand sejak pembukaan FASI XIII, Sabtu (20/06/2026) dan  berakhir, Rabu (24/06/2026).

“Selain konsumen memburu  madu ke stand pameran ini, kita juga memberi edukasi tentang bagaimana melakukan ternak lebah madu, tentang berbagai jenis madu dan lebah madu, Propolis, Weaks maupun hal lain yang berkaitan dengan itu,” kata Aam Hasanuddin, Rabu (24/06/2026).

Propolis dihasilkan dari getah tanaman resin alami yang dikumpulkan lebah madu sebagai obat berbagai penyakit dan menjadi bahan baku kosmetik. Sedangkan Weaks lilin lebah untuk batik dan bahan baku kosmetik dihasilkan lebah muda. 

Pria kelahiran  Jawa Barat, beristrikan  Hj Sabariah Harahap anggota DPRD Siantar dari PKS itu juga mengatakan, di stand Flora Nauli Group, juga ada penangkar lebah yang madu dengan berbagai rasa yang bisa langsung disedot.

Penangkar lebah itu diusung dari lokasi penangkaran Flora Nauli, Jalan Setia Negara, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar. Dikelola sejak tahun 2010 dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 40 meter.

Lokasi peternakan itu juga menjadi wadah edukasi dan sarana penelitian yang kerap didatangi pelajar dan mahasiswa dan peneliti. Pejabat bahkan dosen dari luar negeri.  

“Terakhir yang datang dari KPH III Dolok Sanggul untuk mengembangkan lebah madu. Mereka juga datang ke stand pameran kita ini,” kata pria penerima penghargaan dari Asosiasi Perlebahan Indonesia sebagai Intruktur Andalan Nasional untuk Budi Daya Lebah Apis dan Lebah Kelulut tahun 2024. 

“Hasil mengelola ternak madu cukup menjanjikan,” kata Aam Hasanuddin yang juga mengau sudah melakukan pameran di sejumlah kota di Indonesia dan penjualan berbagai jenis produk Flora Nauli Group cukup lumayan. “Mungkin karena Flora Nauli sudah cukup dikenal,” katanya sembari tersenyum.

Sementara, Rohman sebagai assisten Aam Hasanuddin mengatakan, beternak lebah madu itu mudah karena tidak perlu diberi makan karena lebah mencari makan sendiri di lahan-lahan hijau sampai sejauh 2 Km dan tidak pernah lupa kembali ke koloni atau penangkar. 

Dalam satu koloni, dihuni tiga kasta lebah seperti Ratu, Pejantan dan Pekerja. Pejantan mengawani ratu untuk menghasilkan telur. Sedangkan lebah pekerja beterbangan mencari makan dari berbagai pepohonan dan bunga-bunga. 

Saat ada yang datang  ke markas Flora Nauli Group di Jalan Setia Negara, dengan piawai menjelaskan  bagaimana merawat koloni untuk menghasilkan madu, propolis dan melakukan budi daya lebah yang penangkarnya siap dijual kepada yang berminat untuk beternak.

”Produk hasil peternakan madu yang kita tawarkan melalui stand di FASI XIII ini berasal dari peternakan madu Flora Nauli Group,” katanya.

Dijelaskan juga, lebah madu juga dapat dijadikan sebagai terapi sengat untuk penderita strok dan itu sudah dilakukan kepada beberapa pasien yang menurutnya cukup mujarab.

“Jadi, lebah madu bukan hanya menghasilkan madu, propolis maupun weaks. Lebih dari itu sebagai terapi alternatif penyembuhan strok. Hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya.

Pantauan media ini di stand Flora Nauli, selain memburu madu dan sejenisnya, para konsumen juga sangat tertarik menyedot madu langsung dari sarang lebah. Meski semula ragu-ragu karena lebahnya berseliweran di sekitar kotak atau koloni, akhirnya merasa puas dengan pelayanan  stand Flora Nauli.

“Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang madu, beternak madu atau malah ingin beternak lebah madu, sulahkan datang ke markas Flora Nauli,” katanya mengakhiri. (nas)

Berita Lainnya

Index