Eksklusif-news.com, SIANTAR
Pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora Pematangsiantar belum menempati 276 kios yang sudah selesai dibangun. Namun, meski belum diizinkan, pedagang malah sudah ada membangun dinding dan pintu secara permanen.
Larangan untuk membangun dinding dan pintu itu pada dasarnya karena Inspektorat Pematangsiantar sedang melakukan audit terkait dengan pembangunan.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Pematangsiantar, Bolmen Silalahi. Sedangkan 276 kios yang sudah selesai dibangun telah dilengkapi dengan jaringan listrik.
“Pedagang memang belum seratus persen teregistrasi. Tapi, bagi yang sudah terigistrasi boleh berjualan menempati kios sesuai dengan yang telah ditentukan. Hanya saja, belum boleh membangun dinding maupun pintu sebelum pihak Inspektorat selesai audit,” katanya, Selasa (20/10/2026).
Terpisah, Kepala Inspektorat Pematangsiantar, mengatakan, sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) benar sedang melakukan audit terhadap pembangunan kios Pasar Dwikora Parluasan yang terbakar Kamis, (18/10/2028) lalu.
Selain audit pembangunan kios, juga memeriksa ketepatan sasaran penggunaan dana Biaya Tak Terduga (BTT) dari APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran 2026. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan.
“Audit dilakukan mulai tanggal 12 sampai 30 Oktober 2026 atau selama 15 hari ke depan,” kata Kepala Inspektirat Herianto Sidik, Selasa (20/10/2026).
Dijelaskan, terkait biaya pembangunan kios senilai Rp5 miliar telah dicairkan kepada rekanan CV Sihujur Jaya senilai Rp1,5 miliar dan setelah selesai audit serta tidak ditemukan masalah, akan dicairkan seratus persen.
Menyinggung sudah ada pedagang yang membangun kios meski audit sedang berjalan, pihak Inspektorat tetap melakukan audit banyunhan secara rinci.
Pantauan media ini di sekitar kios terbuka Pasar Dwikora Parluasan yang berhadapan dengan Jalan Mufakat dan Jalan Gotong Royong, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara itu, sejumlah pedagang udah ada berjualan beberapa jenis dagangan seperti sayur mayur maupun pakaian.
Namun, ketika pedagang yang mulai melakukan pembangunan dinding kios dikonfirmasi belum boleh membangun, pedagang tersebut mengatakan bahwa pembangunan dinding sudah mendesak.
“Kami terpaksa membangun dinding dan pintu untuk pengamanan barang,” kata seorang pedagang singkat. (nas)
