Pergantian Pengelolaan Parkir RS Vita Insani Sepihak, Jukir Tak Gajian

Pergantian Pengelolaan Parkir  RS Vita Insani Sepihak,  Jukir Tak Gajian
Pihak SBSI dan jukir

Eksklusif-news.com, SIANTAR 

Pergantian pengelolaan parkir di lingkungan Rumah Sakit (RS Vita Insani Pematangsiantar, ternyata telah menimbulkan masalah.  Selain pergantian dinilai sepihak, enam juru pakir (jukir) juga tidak gajian selama dua bulan.

Bukan hanya itu, kesepakatan adanya pertemuan dengan Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) bersama pihak managemen Vita Insani sertaPT Aska Maju Bersama Medan sebagai pengelola parkir yang baru serta pihak kepolisian, juga batal tanpa alasana yang jelas. 

“Pertemuan yang sudah disepakati seyogianya hari ini pukul 15.00 WIB. Pihak kepolisian juga sudah hadir,” kata  Ketua Umum Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI), Ramlan Sinaga di sekitar areal parkir RS Vita Insani, Jumat (16/10/2026).

Terkait  pergantian pengelolaan parkir tersebut dikatakan sepihak karena tiba-tiba. Karena tidak ada pemberitahuan dan tidak diketahui adanya tender  Sementara, pihak SBSI sebagai pengelola parkir sebelumnya dikatakan tidak pernah punya masalah dengan pihak management RS  Vita Insani.

Apabila ada masalah, tentu dapat diberitahu atau kalau soal pendapatan minta lebih besar, juga harus diberitahu agar dapat didiskusikan. “Bukan malah tiba-tiba terjadi pergantian pengelolaan parkir tanpa diketahui adanya tender,” ujar Ramlan.

Ranlan sangat menyesalkan  enam jukir orang ditambah dirinya sebagai pekerja yang merupakan bagian dari SBSI  tidak gajian selama dua bulan.  Bahkan, bukan hanya soal gaji, ada beberapa hak normatif pekerja yang juga diabaikan. 

“Jukir  tidak masuk BPJS Tenaga Kerja dan mereka juga tidak dapat THR dan lainnya,” kata Ramlan yang juga menekankan, masalah pergantian pengelolaan parkir yang sepihak harus diselesaikan dengan transparan.

“Kalau soal jukir yang tidak gajian selama dua  bulan itu, akan saya laporkan kepada Kantor UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Disnaker Sumatera Utara. Termasuk kepada DPRD Pematangsiantar  agar dilakukan Rapat Dengar Pendapat karena ini menyangkut tentang pengabaian hak pekerja,” ujar Ramlan.

Sementara, dua dari enam jukir mengaku benar tidak menerima gaji selama dua bulan sejak terjadi pergantian pengelolaan parkir. Bahkan, mereka tidak mengetahui mengapa pihak Vita Insani tidak membayar gaji mereka. Karena situasi tersebut, para jukir mengaku sulit menutupi kebutuhan keluarga. 

“Karena tidak gajian selama dua bulan, belanja dapur dan anak sekolah terpaksa harus meminjam uang. Jadi, kami sangat berharap hak kami dapat dipenuhi dan baru kali ini kami tidak gajian selama dua bulan.,” ujar Sianipar singkat.

Sementara  pihak PT PT Aska Maju Bersama Medan melalui supervisor pengelola parkir,  Stevani Sahputri mengaku tidak mengetahui mengapa pertemuan yang sudah disepakati tidak jadi.  “Pihak managemen tidak bisa hadir karena berada di Medan,” katanya singkat.

Terpisah, pihak PT RS Vita Insani melalui Dirut dr Maya yang dikonfirmasi sekitar pukul 16.41 WIB tidak dapat dihubungi meski  telepon selulernya terdengar  nada aktif. (nas)

Berita Lainnya

Index