Pengunjukrasa Jual Krepik di Depan Kantor BNI Cab.Pematangsiantar

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:25:20 WIB
Penjual keripik

Eksklusif-news.com, SIANTAR    

Ada yang menarik saat korban penipuan Koperasi Swadharma BNI Cab. Pematangsiantar bersama Gerakan Pemuda Barisan Negeri (GPBN), berunjukrasa di depan Kantor BNI Cab. Pematangsiantar, Jalan Merdeka Kota Siantar, Selasa (23/06/2026).

Pasalnya, saat melakukan aksi duduk di atas tikar sambil berorasi di tengah terik panas matahari, seorang perempuan mendatangi pengunjukrasa. Bukan untuk turut bergabung menyampaikan aspirasi. Tetapi,  menawarkan dagangan berupa keripik  supaya dibeli.

“Ini ibu, beli keripik saya, ada yang manis, ada tanpa gula dan ada juga kacang bawang,” kata perempuan itu tanpa sungkan kepada Hotna Lumasi br Lumban Toruan sebagai Koordinator 15 orang korban penipuan yang memegang toa sebagai pengeras suara.

 “Bah, uang kami sebanyak Rp4,2 miliar belum dikembalikan BNI. Makanya beli kerpik pun sudah tak ada lagi uang,” kata  Hotna Lumasi br Lumban Toruan yang justru menggunakan pengeras suara sehingga terdengar jelas.

Meski sempat ditolak, pedagang keripik itu berusaha merayu supaya dagangannya dibeli. Bahkan, mengeluarkan beberapa bungkus keripik dan kacang bawang dan diletakkan  di atas tikar.  

Karena itu, Hotna Lumasi br Lumban Toruan mengambil keripik tersebut dan berteriak melalui pengeras suara.

“Kripik,.. kripik siapa yang mau beli. |Bapoak, ibi  beli keripik ini beli...,” katanya menggunakan toa sembari memandangi personel Polisi dan Polwan yang berada di sekitar lokasi aksi.

Ternyata, bukan personel Polisi atau Polwan yang membeli keripik. Tetapi beberapa  pengunjukrasa yang didominasi ibu rumah tangga. Bahkan, setelah sudah dibayar, ada  pengunjukrasa minta personel Polisi supaya membuka kemasan plastik keripik tersebut.

“Makan pak, makan saja jangan takut, sudah kami bayar,” kata seorang pengunjukrasa lainnya kepada personel Polisi yang ternyata ikut mencicipi keripik tersebut.

Setelah tidak ada lagi yang membeli pedagang keripik itu mengumpul dagangannya dan memasukkan lagi ke keranjang. Karena dagangannya lumayan laku, dengan wajah cerah sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih, pedagang keripik itu bergerak  meninggalkan pengunjukrasa.

”Makanya, kalau kami unjukrasa datang kau supaya kami jualkan keripik mu. Kami pun besok mau  jualan juga, jual sayur, jual ikan ,” kata  Hotna Lumasi br Lumban Toruan yang disambut pengunjukrasa lainnya dengan senyum. (In)

Terkini