Pasca Unjukrasa Pedagang Kaki Lima, Relokasi Masih Akan Dibahas

Pasca Unjukrasa Pedagang Kaki Lima, Relokasi Masih Akan Dibahas
Herbert Aruan

Eksklusif-news.com, SIANTAR    

 Pasca unjukrasa  Ikatakan Pedagang Kaki Lima Pematangsiantar (IPAKSI) yang berhasil menerobos Rumah Dinas Walikota, Kamis (27/08/2026), soal penolakan relokasi ternyata masih akan dibahas Pemko Siantar.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbert Aruan.”Ya, soal relokasi PKL yang rencananya di Jalan Perintis Kemerdekaan belum final karena masih akan dibahas lagi melalui rapat,” katanya, Jumat (28/08/2026).

Dijelaskan juga, pada rapat mendatang dan belum dipastikan kapan dilakukan karean harus berkoordinasi dengan Sekda,  akan melibatkan OPD terkait. Termasuk  Satpol PP, PUPR, Dinas Perhubungan dan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebelumnya sudah dilakukan rapat yang dipimpin Sekda Junaedi Sitanggang di Ruang Pertemuan Kantor Satpol PP, tanggal 20 Agustus 2026 lalu. Selain dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, juga dihadiri pedagang sekitar Lapangan H Adam Malik dan Lapangan Merdeka (Taman Bunga) yang akan di relokasi.

Terkait dengan aksi unjukrasa IPAKSI, diduga tidak hanya pedagang yang berjualan di sekitar Lapangan H Adam Mali dan sekitar Taman Bunga. Diperkirakan banyak juga pedagang di luar kedua lokasi tersebut.

“Yang masih dalam rencana untuk direlokasi hanya untuk pedagang sekitar Lapangan H Adam Malik dan sekitar Taman Bunga. Hanya itu kalau pedagang lainnya belum dibahas,” imbuh Herbert lagi.

Lebih lanjut dijelaskan, relokasi pada dasarnya sebagai penataan PKL untuk menempati lokasi yang legal. Karena, PKL akan mendapat Kartu Izin Berjualan sesuai dengan SK Walikota. 

Kemudian, akan diberikan tenda berukuran 2 kali dua meter. Sehingga, PKL yang akan berjualan di Jalan Perintis Kemerdekaan  dengan panjang sekitar 104 meter itu akan ditempati 50 pedagang.

Selain itu, akan disediakan jaringan air bersih serta listrik. Dan, PKL akan ditempatkan di sisi kanan jalan saja. Sedangkan trotoar di seberang tenda  digunakan untuk kursi yang akan menikmati kuliner mulai pukul 18.00 WIB, sampai pukul 00.00 WIB. 

“Setelah selesai berjualan,  semua tenda dan kursi maupun meja dan sampah maupun yang lainnya sudah harus bersih dari lokasi,” kata Herbert. 

Sekedar informasi,  unjukrasa IPAKSI, Kamis (27/08/2026) diperkirakan diikuti lebih  200-an orang. Selain  menolak  relokasi,  juga mendesak DPRD memanggil dan meminta penjelasan Pemko mengenai dasar kajian relokasi PKL.

IPAKSI  berhasil menerobos masuk halaman Rumah Dinas Walikota untuk  bertemu Walikota yang ternyata tidak ada di tempat. Sebelum membubarkan diri, IPAKSI berjanji akan datang lagi, Senin (31/08/2026). (nas)

Berita Lainnya

Index