Eksklusif-news.com, SIANTAR
Ada pertanyaan yang muncul saat Rapat Paripurna DPRD Pematangsiantar untuk mendengar Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Memperingati HUT Kemerdekaan ke 81 Republik Indonesia (RI) Tahun 2026. Berlangsung di ruang Harungguan Kantor DPRD Pematangsiantar, Kamis (14/08/2026) mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.45 WIB.
Pertanyaan itu di antaranya kursi Wakil Walikota Pematangsiantar, Herlina tampak kosong karena tidak hadir. Seyogianya, orang nomor dua di Pemko itu duduk di samping Walikota Wesly Silalahi dan jajaran unsur pimpinan DPRD Pematangsiantar.
Pertanyaan lainnya, banyak kursi undangan kosong. Padahal, kursi yang disediakan Sekretariat DPRD Pematangsiantar untuk para undangan yang di antaranya, Legiun Veteran Republik Indonesia, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan tokoh adat.
Selain itu untuk organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, perwakilan bidang usaha maupun dari unsur lainnya.
Pantauan di ruang Haruangguan itu, sejak Rapat Paripurna dimulai pukul 08.00 WIB, Wakil Walikota Pematangsiantar Herlina memang tidak hadir. Dan, kursi untuk undangan juga memang sudah banyak kosong.
Kemudian, memasuki menit ke sepuluh dan seterusnya saat Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan, satu persatu undangan keluar dari ruangan meninggalkan kursinya.Sampai Presiden selesai menyampaikan pidato, kursi yang kosong tetap tidak terisi.
Usai rapat paripurna yang diakhiri dengan poto bersama, sejumlah anggota DPRD Pematangsiantar malah mempertanyakan awak media ini mengapa Wakil Walikota Pematangsiantar tidak hadir.
“Ya, mengapa Wakil Walikota tidak hadir dan tidak ada juga pemberitahuan mengapa tidak hadir. Apakah berada di luar kota atau ada halangan lainnya,” kata Ketua Fraksi NasDem, Tongam Pangaribuan.
Karena situasi tersebut, Tongam Pangarbiuan dan sejumlah anggota dewan lainnya mengaku bertanya-tanya. Seandainya ada halangan, alangkah baiknya diberitahu agar tidak menimbulkan presepsi miring.
“Agenda rapat paripurna untuk mendengar pidato kenegaraan yang berlangsung secara live dari ruang utama kantor DPR RI. Dilaksanakan di DPRD setiap propinsi dan daerah seluruh Indonesia,” kata Tongam.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Frengky Boy Saragih mengatakan, jauh hari sebelum Rapat Paripurna dilaksanakan, DPRD Pematangsiantar telah berkoordinasi dengan Sekretariat agar menyampaikan undangan kepada semua pihak.
“Kalau soal yang tidak hadir sehingga kursi undangan banyak kosong termasuk Wakil Walikota Pematangsiantar, itu di luar sepengetahuan DPRD Pematangsiantar,” katanya sembari mengatakan, kehaadiran anggota DPRD Pematangsiantar cukup siginifikan atau sebanyak 23 orang dari 30 anggota dewan.
Namun, Frengky mengatakan, undangan yang tidak hadir bisa saja karena kesibukan atau tidak ada kesempatan karena berada di luar kota. Atau mungkin Rapat Paripurna itu dilakukan, Jumat yang kemudian, Sabtu dan Minggu merupakan hari libur. Sedangkan puncak Perayaan HUT ke 81 Kemerdekaan RI berlangsung, Senin (17/08/2026).
Ditanya apakah ketidakhadiran sejumlah pihak itu karena kurangnya rasa nasionalisme? Frengky Boy Saragih enggan menjawab. (nas)
