Eksklusif-news.com, SIANTAR
Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Pematangsiantar dengan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) pasca kebakaran Pasar Dwikora Parluasan, Pemko Pematangsiantar diminta melakukan pembangunan sesuai kebutuhan peedagang.
RDP di ruang Komisi II, Kamis (18/06/2026) itu, dipimpin Ketua Komisi II Hendra TP Pardede. Didampingi personel lain, Aprial Rizaldi Ginting, Alfonso Sinaga, Hj Sabariah Harahap, Anto Leo dan Metro B Hutagaol. Sedangkan dari PD PHJ, Direktur Utama Bolmen Silalahi, Direktur Operasional Evra Sasky Damanik dan Direktur Umum M Lubis serta lainnya.
“Pasca kebakaran, kita minta Pemko serius membangun kios dan lainnya sesuai kebutuhan pedagang, Jangan dulu berbisnis di tengah musibah kebakaran,” kata Hendra.
Direktur Utama PD PHJ, Bolmen Silalahi memaparkan, ada 272 kios yang terbakar. Baik itu penyewa maupun pemilik kios.
“Pemko sudah menyalurkan bantuan sosial Rp10 juta kepada pedagang. Tahap pertama telah disalurkan bantuan sosial Rp10 juta kepada 41 pedagang. Tahap kedua yang sudah dipersiapkan sebanyak 225 pedagang dan tahap ketiga enam pedagang,” kata Bolmen.
Dijelaskan, terkait pembangunan kios yang terbakar, awalnya ada pedagang meminta supaya membangun kiosnya sendiri. Namun,ada meminta Pemko yang membangun.
“Untuk itu, diambil jalan tengah. Atap, lantai, jaringan listrik dan air akan dibangun Pemko. Sedangkan pedagang membangun dinding untuk sekat-sekat antar kios. Itu sudah disepakati bersama,” beber Bolmen Silalahi.
Soal pembangunan kios akan dilakukan setelah, PD PHJ melaporkan tentang rencana infrastruktur kepada Sekda karena struktur bangunan dan lainnya sudah ada, tinggal penyesuaian di lapangan.
“Kalau soal anggaran, kita jelas butuh masukan dari DPRD dan anggarannya tentu cukup besar. Sedangkan untuk itu, Ranperda PD PHJ menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sedang dalam proses,” kata Bolmen.
Selanjutnya, Komisi II DPRD Siantar melalui Metro B Hutagaol memberi saran dan masukan. Antara lain, di lokasi Pasar Dwikora dibuat hidrant atau jaringan air mengantisipasi kebakaran dan alat pemadaman ringan.
“Kita minta Pemko membuka kerja sama dengan PT Bank Sumut untuk pengadaan modal pedagang yang kehilangan barang karena musibah kebakaran,” kata Metro yang juga menyinggung soal sampah agar menjadi perhatian.
Sementara, kondisi Jalan Mufakat harus dibersihkan dari pedagang kaki lima dan dibuat menjadi arena parkir. Perbaikan drainase badan jalan yang sudah rusak parah.Karenanya, perlu dibentuk Tim Khusus demi kepentingan umum dan kenyamanan para pedagang yang berjualan di bagian dalam.
Bolmen Silalahi menyatakan, hal yang disampaikan melalui RDP menjadi bagian untuk dilaporkan kepada Sekda sebelum dilakukan pembangunan kios dan soal anggaran tentu dapat dipercepat karena Pasar Dwikora masuk status Tanggap Darurat.
Sementara, Kesimpulan RDP antara lain, terkait perubahan status perubahan PD PHJ menjadi Perumda PHJ yang belum disahkan menjadi Perda melalui rapat paripurna, harus segera ditindaklanjuti. Sehingga penyertaan modal yang sudah ada dapat digunakan untuk kepentingan bersama.
Kemudian Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di seluruh Gedung Pasar Dwikora termasuk Pasar Horas harus jadi perhatian.
“Kita apresiasi Pemko melakukan kerja cepat memproses pembangunan pasca kebakaran. Termasuk soal penyaluran bantuan sosial,” kata Ketua Komisi II Hendra TP Pardede menutup RDP. (nas)
