Eksklusif-news.com, SIANTAR
Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun Priode 2026-2027, yang seyogianya berlangsung pukul 10.00 WIB di Gedung Serbaguna Kantor Walikota, kisruh dan batal, Minggu (05/07/2026).
Pantauan di lokasi yang di bagian depan sudah ada papan bunga ucapan selamat, R rencana pelantikan ternyata kisruh karena sejumlah anggota HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyatakan pelantikan itu ilegal.
Karena situasi tersebut, sempat dilakukan pertemuan terbatas di Masjid An Nur Kompleks Kantor Walikota antara Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) HMI, Abdul Halim dengan sejumlah pengurus yang akan dilantik serta anggota HMI yang menolak pelantikan.
Karena diperkirakan berlangsung alot, pertemuan baru selesai sekitar pukul 12.20 WIB saat menjelang sholat Zuhur.
Namun, saat pelantikan akan dilakukan kembali sekitar pukul 13.40 WIB, dan saat PB HMI baru membacakan pengurus yang dilantik dengan ketua Muhammad Khairul dan Sekretaris Nurmasil, terjadi lagi penolakan.
“Apa ini, masak yang mau kalian lantik yang kalah dalam Konfercab. Ada apa ini, batalkan, batalkan,” teriak salah seorang anggota HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun yang juga merangsek panggung bersama puluhan kader HMI lainnya.
Karena sempat terjadi adu argumen yang nyaris mengarah kontak fisik, situasi seperti tak terkendali. Meski rencana pelantikan tertunda, antara kelompok yang pro dan kontra tetap bersitegang. Sehingga, personel kepolisian yang berada di lokasi berusaha meredakan situasi.
Sekitar pukul 14.40 WIB, sejumlah PB HMI keluar dari ruangan pelantikan dan meninggalkan kompleks Kantor Walikota. Ketika ditanya kemana pengurus tersebut, dikatakan ingin ngopi di luar. “Ngopi bang,” kata salah seorang panitia.
Sampai pukul 16. 00 WIB, puluhan anggota HMI yang menolak pelantikan masih berjaga-jaga di sekitar lokasi yang sudah sepi. Bahkan, beredar informasi bahwa pelantikan akan tetap dilakukan tetapi lokasinya dipindahkan. Namun, belum diketahui di mana.
“Kita masih mencari informasi dan mengitari sejumlah lokasi yang dimungkinkan akan dilakukan pelantikan,” ujar salah seorang anggota HMI yang menolak pelantikan.
Sementara, belum ada pihak Pantia Pelantikan atau PB HMI yang berhasil dikonfirmasi terkait dengan batalnya pelantikan tersebut. (nas)
