Eksklusif-news.com, SIANTAR
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH, turun menemui pengunjukrasa di depan pintu gerbang kantor BNI Cab. Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Senin (03/08/2026) sekira pukul 11.00 WIB.
Kapolres turun ke lokasi didampingi sejumlah eprsonel Polres lainnya dan saat menemui puluhan pengunjukrasa, menyatakan ada menerima informasi bahwa masyarakat dan anak sekolah dihalangi untuk masuk ke Kantor BNI.
"Saya turun ke sini karena masyarakat dan anak sekolah, dihalangi masuk, " kata Kapolres sembari meminta anak sekolah berseragam supaya masuk ke kantor BNI tersebut.
Saat pintu gerbang dibuka dan puluhan anak sekolah masuk, Petrus Fernando Sitorus Pane sebagai pendamping pengunjukrasa dari Barisan Gerakan Pemuda Barisan Negeri (BGPBN), mengajak yang lainnya untuk masuk.
Namun, karena dihalangi dan terjadi dialog, Kapolres mengatakan, pengunjuk rasa tidak boleh masuk dan kalau ingin menyampaikan aspirasi atau tuntutan, silahkan disampaikan dengan tertib.
"Kalian tujuannya kemari kan untuk unjuk rasa. Silahkan unjuk rasa kami tidak menghalangi karena surat kalian ada kami terima, " tegas Kapolres.
"Ibu Kapolres, kami juga mau masuk menemui pihak BNI, kenapa dihalangi, kasihan sama ibu-ibu yang sudah Lansia yang ingin menutut BNI supaya mengembalikan uang mereka sebagai korban Koperasi Swadharma yang tidak bisa lepas dari BNI,” kata Petrus Fernando.
Dijelaskan juga, putusan Mahmakam Agung sudah jelas berkekuatan hukum tetap agar BNI mengembalikan uang nasabah sebesar Rp4,2 miliar. Bahkan, soal gugatan keberatan pihak BNI melalui putusanPengadilan Negeri Pematangsiantar , tidak diterima. Tetapi, uang tidak juga dikembalikan.
Menyikapi pernyataan pengunjukrasa itu, Kapolres menyatakan silahkan dipertanyakan kepada Pengadilan Negeri karena Polres tidak berhak mencampurinya. “Silahkan berunjukrasa, tetapi jangan halangi masyarakat masuk dan berurusan ke BNI,” kata Kapolres yang kemudian permisi dan beranjak dari lokasi.
Sepeninggal Kapolres, unjuk rasa tampak semakin panas. Selain ada yang menjemur pakaian di pagar kantor BNI, pengunjukrasa yang ingin menerobos masuk berusaha mendorong pintu gebang supaya dibuka. Namun, personel Satpam yang berada di bagian dalam berusaha menahan.
Sampai berita ini dilansir ke redaksi sekira pukul 13.00 WIB, aksi unjukrasa yang mengusung poster dan spanduk bahkan memasang tenda di depan pintu gebang masih tetap berlangsung. (nas)