Dituduh Aniaya Debt Collector, Roy dan James Siap Menepis Melalui Video Amatir

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:55:50 WIB
Prayuda Situmorang (menghadap laptop) bersama Agusman Silaban mendampingi Roy Manurung (kiri) dan James Gultom (Kanan)

Eksklusif-news.com, SIANTAR    

Roy Manurung dan James Gultom menyatakan siap menepis tudingan  terlibat penganiayaan terhadap seorang Debt Collector Eksternal berinisial NS (62) dengan memperlihatkan video rekaman amatir di lokasi kejadian.

“Klien kami tidak melakukan sedikitpun kontak fisik apalagi penganiayaan seperti yang dituduhkan,” ucap Tim Kuasa Hukum LBH Pematangsiantar, Prayuda Situmorang dan Agusman Silaban melalui keterangan pers, Kamis (30/7/2026) siang.

Dijelaskan, insiden tersebut bermula dari informasi penarikan mobil Toyota Calya BD 1843 YD oleh para Debt Collector Eksternal. 

Kemudian, pemilik mobil berinisial S warga Provinsi Bengkulu menghubungi Roy Manurung untuk meminta bantuan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada James Gultom.

Dari S, keduanya diperoleh informasi bahwa penarikan mobil dilakukan sepihak karena menunggak angsuran selama 1 bulan. Mobil disetop di Jalan Medan, Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (28/7/2026).

“Klien kami menolong korban atas aduan yang diterima, karena merasa terpanggil sebab penarikan mobil itu dilakukan secara sepihak,” sambung Prayuda.

Setelah kliennya tiba, mobil tersebut sudah berada di kantor salah satu leasing, di Kecamatan Siantar Martoba. Dan, mobil itu berhasil diserahkan kepada pemiliknya.

Jelang beberapa saat, rombongan Debt Collector mendatangi kliennya di salah satu rumah makan, Jalan Sumber Jaya II, Siantar Martoba.

Prayuda mengatakan saat itu terjadi adu mulut terkait penarikan mobil tersebut. “Tidak ada perkelahian dan tidak ada kontak fisik, hanya adu mulut,” ucap Prayuda.

Senada  dengan Roy Manurung yang mengatakan, NS hadir di lokasi lalu pulang bersama para rekannya. Bahkan, dengan tegas menepis tuduhan adanya perkelahian.

“Mereka pulang dalam kondisi sehat. Tidak ada mengalami gejala apapun. Mereka pulang bersama sama ke suatu tempat,” ucap Roy.

Informasi yang menuduh keduanya melakukan penganiayaan terhadap NS begitu cepat menyebar hingga ke tempat tinggal James Gultom.

Ayah ketiga anak itu  diterpa isu miring yang membuat istrinya masuk rumah sakit akibat shock mendadak. James memastikan dirinya tidak terlibat dalam perkelahian terhadap NS.  

“Di kampung, saya sampai dituduh membunuh orang sampai istri saya jatuh sakit. Saya pastikan saya tidak melakukan itu,” ungkapnya.

Pasca insiden penarikan mobil,keduanya mendapat kabar bahwa NS meninggal telah dunia di RS Vita Insani Pematangsiantar, Rabu (28/7/2026) malam. 

NS diketahui warga Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun. Dikabarkan  meninggal dunia setelah mengeluhkan sakit pada dada dan punggung.

Tidak terima atas kematian NS, pihak keluarga membuat laporan pengaduan ke SPKT Polres Pematangsiantar.  Jasad NS kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi.

Prayuda menambahkan, dalam penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian sempat berupaya mengamankan kedua kliennya. Padahal, upaya itu menurutnya harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Dalam hal ini tentu kami menghargai pihak keluarga. Tetapi kami tegaskan jika ini tidak terbukti kami akan membuat langkah hukum untuk memulihkan nama baik klien kami,” ucap Prayuda. (Rel)

Terkini