Hari Anak Nasional di Siantar Diwarnai Lomba Urdou-Urdou

Senin, 27 Juli 2026 | 18:43:31 WIB
Pemberian Sarunei kepada Walikota

Eksklusif-news.com, SIANTAR    

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 di Kota Pematangsiantar dimeriahkan lomba Urdou-urdou yang merupakan tradisi adat Simalungun untuk menidurkan anak dengan nyanian.

Lomba urdou-urdou sebagai pengasuhan anak penuh kasih sayang dan upaya pelestarian budaya lokal dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 itu, berlangsung di Lapangan Adam Malik, Senin (27/07/2026).

Kegiatan yang mengusung  tema "Membangun Hubungan Emosional Anak dengan Orang Tua melalui Urdou-urdou" itu  pada dasarnya mengusung semangat pelestarian buaya lokal "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", sebagai  wujud "Merawat Tradisi Simalungun, Mengasuh Sepenuh Hati".

Walikota Siantar, Wesly Siolalahi yang mengenakan Gotong Parhorja melalui sambutannya mengatakan, atas nama  Pemko Pematangsiantar mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional kepada seluruh anak-anak Indonesia khususnya anak-anak Kota Pematangsiantar. 

“Anak, adalah anugerah yang harus dijaga, dilindungi, dan disiapkan menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.  

"Hari ini bukan hanya hari untuk bergembira dan mengikuti perlombaan, tetapi juga hari untuk mengingatkan kita semua bahwa kalian adalah harapan bangsa. Belajarlah dengan rajin, hormati orang tua dan guru, cintai budaya daerah, serta tumbuhlah menjadi anak-anak yang berakhlak baik, kreatif, dan percaya diri," tukasnya.

Wesly berharap, peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi hak-hak anak, melestarikan budaya lokal, dan mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang unggul Menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga melestarikan budaya Simalungun.

"Cinta ibu itu tanpa syarat. Semoga lomba ini memberikan inspirasi bagi kita semua," tukas Ny Liswati yang mengenakan Bulang Sulappei.

Sementara, perwakilan Tanoto Foundation sebagai pemrakarsa mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya mengembalikan pengasuhan kepada landasan utama. Yaitu keluarga. Bagaimana orang tua secara utuh mendampingi, mendengarkan, mengobrol, dan hadir secara fisik dengan anak sejak usia dini.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional, katanya, mendorong sinergi pengasuhan setara dan kolektif terhadap anak; membatasi gawai dan screen time, sebab banyak permainan tradisional yang sudah ditinggalkan; serta revitalisasi tradisi lisan dan permainan lokal. 

"Urdou-urdou bukan hanya menghibur, tetapi stimulasi dini melatih motorik anak. Menggabungkan ilmu pengasuhan modern dan kearifan lokal," katanya.

Kegiatan diikuti 54 peserta dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Pematangsiantar.

Sedangkan dewan juri kegiatan,  Hotman Damanik (budayawan yang juga arsitek Monumen Sangnaualuh Damanik), Mannes Purba (komposer Simalungun), dan Jayamin Sipayung (budayawan).   

Acara juga diisi dengan penyerahan cenderamata berupa Sarunei dari budayawan Simalungun kepada Walikota. 

Turut hadir, mewakili Forkopimda Kota Pematangsiantar,  Sekda Junaedi Antonius Sitanggang, staf ahli, asisten, pimpinan OPD, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli Dedy Novrianto Sinaga MIkom, mewakili Tanoto Foundation, para camat, dan para lurah. (nas)

Terkini